Sabang Trip Modal 2 Juta! (Part 2)
Hallooo semuaa, melanjutkan cerita ke Sabang part 1.
Di chapter ini aku akan membahas waktu main-main di Iboih.
Di pagi hari setelah melihat sunrise yang nggak sempat di foto, kami lanjut sarapan di hotel. Sarapan ini bayar lagi ya nggak gratis hahaha. Hari itu hari Jum'at, so kami nggak bisa langsung nyemplung untuk snorkeling. For killing time, kami jalan ke pantai Iboih lewat jalur darat nggak pakai speedboat. Di pantai kita cuma duduk-duduk, minum es kelapa dan beli oleh-oleh berupa tas, baju, celana etc you name it-lah.
Pemandangan saat nunggu jumatan
Setelah selesai Jum'atan, kami langsung meluncur ke spot snorkeling di Iboih menggunakan speedboat dari hotel (bayar lagi ya, nggak gratis) tapi jaket pelampung dan google gratis kok.
Di spot ini ramai sekali dan di pinggir laut jadi tidak dalam cocok untuk anak-anak.
Airnya biruuu jernih
Spot untuk snorkeling
Di spot ini kamu bisa lihat banyak ikan-ikan yang aku nggak tau namanya apa not nemo or dori. Kamu bisa kasih makan juga, makanannya bisa di beli di warung. Jadi ketika kamu kasih makanan, ikan-ikan akan langsung ngerubungin. As you can see in this video.
Setelah selesai snorkeling, kami makan siang di warung. Makanan paling umum kalau habis main air yaitu: indomiee dan es kelapa muda hahaha. Tidak cukup, kalau udah jauh-jauh ke Sabang cuma snorkeling di 1 spot. So setelah makan, kami lanjut ke sebatik, lokasinya itu dekat dengan hotel sekalian rute balik. Dari spot sebelumnya kami dijemput lalu 'dilempar' ke laut yang namanya Sebatik, like I said before karena lokasinya dekat dengan hotel, kami nggak perlu dijemput lagi cukup berenang saja untuk balik ke hotel.
Di Sebatik karena ini laut bukan pantai seperti di spot sebelumnya, pemandangan bawah laut yang bisa dilihat itu ada banyak karang, ikan-ikan kecil dan yang pastinya dalam banget. But don't worry karena kamu sudah pakai pelampung.
(Tapi sejujurnya aku takut banget.... aku cuma bisa diem aja sambil narik-narik baju sepupu aku, padahal aku bisa berenang tapi tetap aja kan laut itu dalam sekali aku takut tenggelam hehe)
Chillin' setelah snorkeling
Long story short di malam hari kami fine dinning ala-ala di restauran hotel. Kami makan 2 ikan laut ukuran besar (yang aku juga lupa namanya) total makan malam ialah Rp 700 000. Kita deal dengan si ibu yulia dari sore hari, di kompor-komporin udah ke Sabang belum afdol kalau belum makan itu (katanya).
+ Cumi goreng tepung yang belum jadi. Fyi ini porsi untuk 5 orang ya
Esok hari, our last day. Kami check out jam 08.00 pagi karena mau ke tugu nol KM. Sebelum check out kami sudah contact supir taxi yang mengantar kami di hari pertama untuk minta dijemput di pantai Iboih.
Perjalanan dari hotel ke tugu nol KM butuh waktu sekitar 45 menit, jalanan Sabang sangat lancar dan nggak ada macet. Oh iya, jalanan ke tugu nol KM ini menanjak dan muter-muter seperti di puncak.
Sampai disana, seperti tempat mainstream pada umumnya. Ramai sekali sampai-sampai kami udah nggak nafsu untuk foto di tugu nol KM yang versi bagus.
Ini tugu yang bagus, see banyak sekali yang foto disitu
Ini tugu yang jelek, tugunya aja yang jelek orangnya sih enggak
Puas foto, kami lanjut makan (lagi padah sudah sarapan di hotel). Pemandangan dari warung disana bagus langsung menghadap laut lepas. Oh ya, di tugu nol KM ini banyak monyet jadi hati-hati dengan barang bawaan. Tau kan monyet suka iseng, jadi jangan sampai diisengin monyet! Malu
Sampai di pelabuhan Sabang, kami harus ngantri lama (banget) untuk dapat tiket. And thank God, kami dapat tiket kapal cepat terakhir jam 16.00.
Sebenarnya, flight kami itu keesokan harinya. So we spent 1 day in Banda Aceh. Kami menginap di Permata Hati Hotel karena hotelnya murah but dan di Traveloka tulisannya sih dekat dengan tempat wisata tapi ternyata untuk ke tempat makan yang kami inginkan agak jauh.
Tips untuk kalian yang mau ke Banda Aceh, jangan pergi waktu libur lebaran. Semuanya tutup :(
Padahal aku pengen banget makan roti cane, mie aceh hits di Banda tapi tutup semua. Terpaksa deh makan mie aceh yang buka aja.
Teh tarik for life
Nah ini, kopi Aceh!
Selama di Banda kami pergi menggunakan taxi yang dipesan dari hotel. Biayanya nggak jauh beda dengan di Sabang, taxi dengan mobil pribadi dan argo hasil nego bersama.
So that's all my story about my trip to Sabang. Hope you enjoy it and inspired to go there!
Btw you can see my snorkeling video on my instagram :)
Total biaya:
Hari kedua
Sarapan: Rp 40 000
Snorkeling: Rp 60 000 (Rp 300 000 dibagi 5)
Makan siang: Rp 40 000
Makanan ikan: Rp 20 000
Dinner: Rp 140 000 (Rp 700 000 dibagi 5)
Oleh-oleh: Rp 300 000
Hari ketiga
Sarapan: Rp 40 000
Taxi: Rp 50 000 (Rp 200 000 dibagi 5)
Jajan di 0 KM: Rp 50 000
Tiket kapal: Rp 80 000
Jajan di pelabuhan: Rp 40 000
Jajan di pelabuhan: Rp 40 000
Taxi ke hotel: Rp 24 000 (Rp 120 000 dibagi 5)
Hotel: Rp 133 333 (Rp 400 000 dibagi 3)
Taxi di Banda: Rp 30 000 (Rp 100 000 dibagi 5)
Makan malam: Rp 60 000 (Mie aceh, teh tarik)
Taxi ke bandara: Rp 24 000 (Rp 120 000 dibagi 5)
Total biaya: Rp 1 543 333










1 komentar
Tugu 0 kilometer kayakang tempat wajib yang didatangin kelo disana ya. Tapi tetep sih pemandangan launtnya juara banget
BalasHapusxoxo,
The Wonderland by Kartikaryani
www.kartikaryani.com