Diberdayakan oleh Blogger.
  • Home
  • Life
  • Travel
  • Style
  • Skin
    • Make Up
    • Skin Care
  • Sewing

Dini's Thought

Hallooo semuaa, melanjutkan cerita ke Sabang part 1. 
Di chapter ini aku akan membahas waktu main-main di Iboih.


Di pagi hari setelah melihat sunrise yang nggak sempat di foto, kami lanjut sarapan di hotel. Sarapan ini bayar lagi ya nggak gratis hahaha. Hari itu hari Jum'at, so kami nggak bisa langsung nyemplung untuk snorkeling. For killing time, kami jalan ke pantai Iboih lewat jalur darat nggak pakai speedboat. Di pantai kita cuma duduk-duduk, minum es kelapa dan beli oleh-oleh berupa tas, baju, celana etc you name it-lah.

 Pemandangan saat nunggu jumatan

Setelah selesai Jum'atan, kami langsung meluncur ke spot snorkeling di Iboih menggunakan speedboat dari hotel (bayar lagi ya, nggak gratis) tapi jaket pelampung dan google gratis kok. 
Di spot ini ramai sekali dan di pinggir laut jadi tidak dalam cocok untuk anak-anak.

Airnya biruuu jernih

Spot untuk snorkeling

Di spot ini kamu bisa lihat banyak ikan-ikan yang aku nggak tau namanya apa not nemo or dori. Kamu bisa kasih makan juga, makanannya bisa di beli di warung. Jadi ketika kamu kasih makanan, ikan-ikan akan langsung ngerubungin. As you can see in this video.


Setelah selesai snorkeling, kami makan siang di warung. Makanan paling umum kalau habis main air yaitu: indomiee dan es kelapa muda hahaha. Tidak cukup, kalau udah jauh-jauh ke Sabang cuma snorkeling di 1 spot. So setelah makan, kami lanjut ke sebatik, lokasinya itu dekat dengan hotel sekalian rute balik. Dari spot sebelumnya kami dijemput lalu 'dilempar' ke laut yang namanya Sebatik, like I said before karena lokasinya dekat dengan hotel, kami nggak perlu dijemput lagi cukup berenang saja untuk balik ke hotel.

Di Sebatik karena ini laut bukan pantai seperti di spot sebelumnya, pemandangan bawah laut yang bisa dilihat itu ada banyak karang, ikan-ikan kecil dan yang pastinya dalam banget. But don't worry karena kamu sudah pakai pelampung.


(Tapi sejujurnya aku takut banget.... aku cuma bisa diem aja sambil narik-narik baju sepupu aku, padahal aku bisa berenang tapi tetap aja kan laut itu dalam sekali aku takut tenggelam hehe)


Chillin' setelah snorkeling

Long story short di malam hari kami fine dinning ala-ala di restauran hotel. Kami makan 2 ikan laut ukuran besar (yang aku juga lupa namanya) total makan malam ialah Rp 700 000. Kita deal dengan si ibu yulia dari sore hari, di kompor-komporin udah ke Sabang belum afdol kalau belum makan itu (katanya).

+ Cumi goreng tepung yang belum jadi. Fyi ini porsi untuk 5 orang ya

Esok hari, our last day. Kami check out jam 08.00 pagi karena mau ke tugu nol KM. Sebelum check out kami sudah contact supir taxi yang mengantar kami di hari pertama untuk minta dijemput di pantai Iboih.

Perjalanan dari hotel ke tugu nol KM butuh waktu sekitar 45 menit, jalanan Sabang sangat lancar dan nggak ada macet. Oh iya, jalanan ke tugu nol KM ini menanjak dan muter-muter seperti di puncak.
Sampai disana, seperti tempat mainstream pada umumnya. Ramai sekali sampai-sampai kami udah nggak nafsu untuk foto di tugu nol KM yang versi bagus. 

Ini tugu yang bagus, see banyak sekali yang foto disitu 

Ini tugu yang jelek, tugunya aja yang jelek orangnya sih enggak

Puas foto, kami lanjut makan (lagi padah sudah sarapan di hotel). Pemandangan dari warung disana bagus langsung menghadap laut lepas. Oh ya, di tugu nol KM ini banyak monyet jadi hati-hati dengan barang bawaan. Tau kan monyet suka iseng, jadi jangan sampai diisengin monyet! Malu

Sampai di pelabuhan Sabang, kami harus ngantri lama (banget) untuk dapat tiket. And thank God, kami dapat tiket kapal cepat terakhir jam 16.00. 

Sebenarnya, flight kami itu keesokan harinya. So we spent 1 day in Banda Aceh. Kami menginap di Permata Hati Hotel karena hotelnya murah but dan di Traveloka tulisannya sih dekat dengan tempat wisata tapi ternyata untuk ke tempat makan yang kami inginkan agak jauh.
Tips untuk kalian yang mau ke Banda Aceh, jangan pergi waktu libur lebaran. Semuanya tutup :( 
Padahal aku pengen banget makan roti cane, mie aceh hits di Banda tapi tutup semua. Terpaksa deh makan mie aceh yang buka aja.

Teh tarik for life

Nah ini, kopi Aceh!

Selama di Banda kami pergi menggunakan taxi yang dipesan dari hotel. Biayanya nggak jauh beda dengan di Sabang, taxi dengan mobil pribadi dan argo hasil nego bersama.

So that's all my story about my trip to Sabang. Hope you enjoy it and inspired to go there!

Btw you can see my snorkeling video on my instagram :)

Total biaya:
Hari kedua
Sarapan: Rp 40 000
Snorkeling: Rp 60 000 (Rp 300 000 dibagi 5)
Makan siang: Rp 40 000
Makanan ikan: Rp 20 000
Dinner: Rp 140 000 (Rp 700 000 dibagi 5)
Oleh-oleh: Rp 300 000

Hari ketiga
Sarapan: Rp 40 000
Taxi: Rp 50 000 (Rp 200 000 dibagi 5)
Jajan di 0 KM: Rp 50 000
Tiket kapal: Rp 80 000
Jajan di pelabuhan: Rp 40 000
Taxi ke hotel: Rp 24 000 (Rp 120 000 dibagi 5)
Hotel: Rp 133 333 (Rp 400 000 dibagi 3)
Taxi di Banda: Rp 30 000 (Rp 100 000 dibagi 5)
Makan malam: Rp 60 000 (Mie aceh, teh tarik)
Taxi ke bandara: Rp 24 000 (Rp 120 000 dibagi 5)

Total biaya: Rp 1 543 333
Februari 14, 2018 1 komentar
Hallo readers! Posting-an kali ini masih bertema travel. Pengalaman jalan-jalan yang akan ku sharing adalah my Sabang trip last year. Sudah cukup lama sih, aku pergi bulan Juni 2017 atau sudah 7 bulan yang lalu. Tapi karena baru ada niat untuk nulisnya sekarang, so better late than never, right?

So, here we go..

Disclaimer:
Trip ini dilakukan h+3 lebaran & 5 orang.
Nominal yang disebutkan di judul tidak termasuk tiket pesawat menuju Banda Aceh.
Trip ala backpacker, so we choose the cheapest price for every option.
Kami menginap selama 3 hari 2 malam di Sabang.
Trip dilakukan tanggal 29 Juni - 01 Juli 2017.



First thing to do is making itinerary. Karena goals liburan ini cuma 'mantai', itinerary yang dibuat itu sangat simpel cuma untuk sampai hotel saja abis itu tinggal go with the flow. 

Jadi trip ini itu mendadak banget, kami deal akan pergi itu waktu h+1 lebaran. Btw kami disini aku dan sepupu-sepupu ku. Setelah deal untuk jalan-jalan ke Sabang yang pertama kami booking adalah pesawat ke Banda Aceh. Tiket pesawat dari Jakarta ke Banda Aceh saat itu harganya sama rata untuk semua maskapai (Garuda, Lion Air dll) karena sama jadi pilih Garuda lah (dapat makan gratis kan cin), harga tiket saat itu +- Rp 1 juta. Pulangnya? 2 kali lipat tapi Lion Air, Garuda lebih lebiih lagi.

Setelah dapat tiket, selanjutnya menentukan penginapan. Karena goals kami adalah mantai, jadi pastinya kami pilih hotel yang langsung punya akses ke pantai tanpa harus repot-repot sewa mobil dulu. Ada 2 'resort' yang kami hubungi yaitu Yulia Bungalow dan Iboih Inn but at the end kita memutuskan tinggal di Yulia Bungalow.

Kenapa?? 

Yulia Bungalow lebih murah dari Iboih Inn, akses pantainya sama karena mereka sebelahan. Di Iboih Inn ini banyak bule, lalu restauran mereka lebih artsy gitu sih untuk jadi tempat galau memandang lautan. 

Beres 2 hal penting tersebut. Habis itu cus langsung kami semua ke Banda Aceh. Kami ber-5 datang dari kota yang berbeda-beda, aku dan adikku dari Jakarta, sepupu-sepupuku datang dari Surabaya dan Medan. Sampai Banda Aceh langsung meluncur ke Pelabuhan Ulee Lheu. Untuk kesana, kami nebeng temanku yang kebetulan tinggal di Aceh tapi kalian bisa naik taxi atau bis damri (pastinya lebih murah bis damri).
 Sampai disana antrian tiket sudah super panjang! Kami mengantri selama 6 jam (adikku sih yang ngantri) dan berhasil dapat tiket untuk jam 16.00. Kapal yang kami gunakan itu Express Bahari kelas executive, harga tiketnya Rp 80.000 per orang.
To be honest, sistem ticketing disini buruk banget sih. Semuanya manual, lalu sistemnya buka-tutup (udah kayak tol puncak). Aku ngantri dari jam 09.30 untuk beli tiket terakhir jam 16.00, logikanya kan kalau sudah ngantri jauh-jauh jam bisa dapat tiket lebih cepat. Ternyata..... kalau mau beli tiket jam 16.00 kamu harus ngantri jam 14.00, sedangkan antrian depan kita itu udah panjang banget (dan mau beli tiket jam 16.00 juga). Dilema dong, kalo kita nggak ngantri sekarang pasti nanti tidak akan kebagian tiket. Tapi demi bisa nyebrang ke Sabang, dijabanin deh ngantri 6 jam :')

sumber: google

Setelah dapat tiket, kami nunggu 1 jam untuk naik kapal. Butuh waktu 1 jam untuk sampai ke Pelabuhan Balohan, Sabang. Jarak tempuh dari pelabuhan ke hotel cukup jauh, it takes 50 minutes by car. Di Sabang nggak ada Gojek (di Banda Aceh juga nggak ada sih) jadi kita harus dealing dengan local driver seperti taxi bodong kebanyakan harga yang dipatok sangat mahal dan tapi karena mereka memonopoli pasar taxi jadi nggak ada pilihan lain deh :')

Ongkos taxi yang kami bayar adalah Rp 200 000. Oh iya untuk ke Yulia Bungalow ini, nggak bisa menggunakan mobil. Jadi mobil hanya mengantarkan sampai ke Pantai Iboih saja. Disarankan sebelum ke Pantai Iboih kalian berhenti di warung dulu untuk beli snack, perlengkapan mandi etc (kalau nggak bawa dari rumah).

Kami sampai di Pantai Iboih itu jam 6 atau 7 sore lalu kemudian dijemput oleh Bang Randy dari Yulia Bungalow menggunakan speed boat. Sebenarnya jalan kaki juga bisa tapi lebih jauh dan nggak ada lampu penerangannya juga. Few minutes later, sampailah kami di Yulia Bungalow.

Kami pesan 2 kamar yaitu ekonomi sea view dan bisnis garden view. Sebenarnya ingin sea view keduanya tapi cuma available satu saja. Harga kamar untuk ekonomi sea view Rp 310 000 per malam dan bisnis garden Rp 400 000 per malam. (FYI diskon 10% jika menginap 2 malam).

Untuk detail jenis kamar yang dimiliki Yulia Bungalow kalian bisa klik disini 

 Yulia Bungalow
Kamar ekonomi seaview
Kamar bisnis garden

Pemandangan dari kamar ekonomi sea view

Selesai hari pertama di Sabang. Cerita mengenai snorkelling, makan seafood sampai blenger dan keseruan lainnya akan ada di part 2. Ciao bella!

Recap biaya hari pertama
Ferry - Rp 80 000
Makan saat nunggu Ferry - Rp 40 000
Taxi di Sabang - Rp 40 000*
Makan sebelum ke hotel - Rp 30 000 (Indomie)
Hotel - Rp 240 000*
Total : Rp 430 000

*Taxi Rp 200 000 dibagi lima penumpang.
*Hotel kamar bisnis garden Rp 720 000 untuk 2 malam dibagi tiga orang.
Februari 04, 2018 1 komentar
Newer Posts
Older Posts

About author

About Me

Hi! Dini is the author of this blog, lived in Jakarta, Indonesia.

She has interest in fashion, traveling and make up!

Follow Me On

Labels

Life (1) Make Up (2) Travel (4)

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2018 (7)
    • ►  Maret (1)
    • ▼  Februari (2)
      • Sabang Trip Modal 2 Juta! (Part 2)
      • Sabang Trip Modal 2 Juta! (Part 1)
    • ►  Januari (4)

Readers

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates